Rabu, 18 Mei 2016

Pakaian kebudayaan Indonesia adat “Sunda, Jawa Barat”

METROPOLITAN.ID - Assalamualaikum
Alhamdullillah dapat tugas yang temanya pakaian adat tradisional Indonesia tapi saya disini mau ngebahas tentang pakaian adat sunda karena kebetulan saya juga asli kelahiran bandung, jawa barat. Jadi kata orang mah wanita dari bandung ituh cantik-cantik terus putih-putih, tapi  kebutalan harus pindah ke Jakarta dari umur tiga tahun jadi ngebolang mulu deh kaya anak layangan hehehe >,<. Oh yah terus saya juga ingin ngebahas pakaian adat betawi soalnya pacar saya betawi sunda jadi kalau udah cukup umur terus married lumayan dapat informasinya juga dari sini hihihi:D
oke jadi kita mulai aja yah ngebahas tentang pakaian tradisional dari adat sundanya, ngga sabar juga sih buat ngebahasnya soalnya saya juga kurang begituh paham tentang adat diri sendiri hohoho.
Sunda, Jawa Barat
Pakaian khas suku sunda yang sering kita kenal yaitu kebaya. Kebaya merupakan pakaian khas Jawa Barat yang sangat terkenal, sehingga kini kebaya bukan hanya menjadi pakaian khas sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasional. Itu merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional. Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan sarungbatik, atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni. Pakaian adat jawa barat di bagi menjadi beberapa golongan, seperti pakaian rakyat biasa, pakaian golongan menengah, dan pakaian adat bangsawan yang hanya dikenakan oleh kaum bangsawan.
Di bawah ini contoh pakaian adat sunda, Jawa Barat  :
sundaan
adat sunda
jawa barat
Provinsi Jawa Barat yang ibukota provinsinya terletak di bandung mempunyai beberapa suku mayoritas dan suku Badui yang dibedakan menjadi suku Badui dalam dn Suku Badui Luar. Berikut ini adalah informasi penting mengenai pakaian adat Jawa Barat untuk pria dan wanita :
  • Pakaian adat pria Jawa Barat :
  1. Terdiri dari baju jas dengan kerah menutup leher yang biasa disebut
    dengan JAS TAKWA.
  2. Kain batik atau lebih dikenal dengan nama KAIN DODOT dengan motif
    bebas.
  3.  Celana panjang yang sewarna dengan JAS TAKWA
  4.  Penutup kepala / BENDO
  5.  Kalung
  6.  Sebilah keris yang terselip di belakang pinggang
  7. Alas kaki atau selop
  8.  Rantai kuku macan atau jam rantai sebagai hiasan JAS TAKWA
  • Pakaian adat wanita Jawa Barat :
  1.  Baju kebaya motif polos dengan hiasan sulam atau manik-manik
  2.  Kain batik atau disebut juga KAIN KEBAT DILEPE.
  3.  Ikat pinggang, biasa disebut BEUBEUR yang fungsinya untuk
    mengancangkan kain KEBAT DILEPE
  4.  Selendang, biasa disebut KAREMBONG yang berfungsi sebagai pemanis.
  5.  Beberapa hiasan kembang goyang yang menghiasi bagian atas kepala
    serta rangkaian bunga melati yang menghiasi sanggul rambut
  6.  Kalung
  7.  Alas kaki / selop yang warnanya sama dengan warna kebaya

5 Model Baju Gamis Pesta Yang Buat Kamu Tampak Ramping

METROPOLITAN.ID - Apakah kamu hendak ke pesta dan bingung mau pake baju apa? Sebenarnya, bagi hijabers, tampil stylish tidaklah sulit. Dengan padu padan busana dan hijab yang cocok, kamu sudah tampak cantik dan anggun. Namun, jika kamu merasa tidak memiliki bentuk tubuh yang proporsional ala hourglass, atau kamu merasa tubuh kamu berbentuk apel yang lebih lebar di bagian atas, kamu nggak perlu minder. Kamu bisa menyiasatinya dengan model baju gamis yang akan membuat tubuh kamu tampak proporsional.
Model baju gamis dengan bawahan bertingkat
Model baju gamis dengan bawahan bertingkat (Sumber: citohtanjung)

Model Baju Gamis Pesta Stylish Buat Hijabers

Berikut adalah beberapa model hijab yang akan membuat penampilan kamu lebih berbentuk dan kamu akan tampil lebih percaya diri saat ke pesta:

Gamis dengan bawahan yang lebar

Buat kamu yang memiliki tubuh berbentuk apel, maka dianjurkan agar kamu memilih model baju gamis terbaru dengan bawahan yang lebar. Misalnya, bawahan dengan aksen kerut atau bawahan model bertingkat yang akan memberi volume pada bagian bawah tubuh kamu, sehingga akan tampak proporsional dengan bagian atas. Kamu bisa memilih gamis dengan bawahan berbahan sifon yang ringan sehingga tidak tampak terlalu berat. Sedikit aksen bunga, bordir, atau fayet di bagian bawah dapat membuat penampilan kamu lebih anggun.
Model baju gamis terbaru dengan bawahan model tumpuk
Model baju gamis terbaru dengan bawahan model tumpuk (Sumber: gamispesta)

Gamis dengan aksen ikat pinggang

Ikat pinggang adalah ‘senjata pamungkas’ untuk memberikan bentuk pada tubuh kamu. Ikat pinggang memberi siluet yang memisahkan bagian atas dengan bagian bawah. Hal ini cocok bagi pemilik tubuh berbentuk apel yang biasanya tidak memilih pinggang yang jelas. Misalnya adalah gaya ikat pinggang ala Dian Pelangi berikut. Rok yang berbentuk melebar dengan aksen kerut di bagian lutut tampak proporsional dengan atasan yang diberi ikat pinggang, sehingga membentuk pola atasan dan bawahan yang sama. Keren kan?
Ikat pinggang ala Dian Pelangi memberi kesan ramping
Ikat pinggang ala Dian Pelangi memberi kesan ramping (Sumber: Pinterest)

Model baju gamis pesta dengan motif vertikal

Motif pakaian yang kamu pakai dapat memberikan efek ramping atau bahkan berisi. Nah, buat kamu yang memiliki tubuh cenderung lebar di bagian atas, dianjurkan memilih model baju gamis pesta dengan motif vertikal untuk memberikan siluet ramping. Pilih gamis dengan atasan yang memiliki aksen di bagian pinggang.
Gamis motif vertikal memberikan siluet ramping
Gamis motif vertikal memberikan siluet ramping (Sumber: Pinterest)

Baju gamis pesta dengan aksen pinggang

Jika kamu merasa ikat pinggang membatasi gerak dan terlalu ribet, maka pilihan lainnya adalah gamis dengan ikat pinggang palsu, aksen pita, atau tali di bagian pinggang. Model baju gamis modern berbahan sifon model kalong bisa kamu padukan dengan dalaman berupa manset, atau gamis yang memang sudah satu set dengan dalamannya. Jangan lupa mengenakan legging agar penampilan kamu lebih tertutup.
Aksen pita dan ikat pinggang memberi kesan proporsional
Aksen pita dan ikat pinggang memberi kesan proporsional (Sumber: aimeera)

Baju gamis model tumpuk

Pilihan berikutnya buat kamu tampil cantik ke pesta adalah model baju gamis yang sedang nget-trend saat ini, yakni gamis model tumpuk dengan atasan yang dipadu blazer, cardigan, atau balero. Namun, hindari gamis dengan motif yang terlalu ramai dan terbuat dari bahan mengkilat, karena tubuh kamu akan tampak lebih berisi. Pilih gamis dengan bawahan model A-line dan atasan yang jatuh melewati pinggang. Lebih cantik lagi jika ada paduan ikat pinggang atau tali pinggang.
Gamis model tumpuk dengan cardigan dan ikat pinggang
Gamis model tumpuk dengan cardigan dan ikat pinggang (Sumber: batikjirolupat)

Artikel Fashion Model ini dikenal, sbb :

Cara Mengukur Gamis

METROPOLITAN.ID -
Cara Mengukur Gamis
A (Lingkar Dada) : Ukur melingkar bawah ketiak dari depan dada yang paling menonjol sampai ke belakang.
B (Panjang Gamis) : Ukur ujung pundak tertinggi (posisi dekat leher) sampai ke mata kaki. Untuk blouse diukur dari ujung pundak tertinggi sampai batas bawah yang diinginkan.
C (Panjang Lengan) : Ukur dari ujung bahu terluar sampai ke pergelangan tangan
D (Panjang Pundak) : Ukur dari pundak atas dekat leher atas sampai pundak bagian bawah
E (Lingkar Pergelangan Tangan) : Ukur melingkar pergelangan tanganCara Ukur Gamis
line
Pentingnya Ukuran Gamis

Ukuran gamis merupakan langkah yang penting dalam proses menjahit pakain berdasar pesanan. perbedaan ukuran akan membuat masalah dalam berapakain, sebagai contoh untuk ukuran gamis yang seharusnya di gunakan untuk orang dengan tubuh L, apabila ukuran tubuhnya yang seharusnya menggunakan ukuran XL maka akan membuat tidak nyaman selain itu juga akan membuat cepat rusak pakaian yang di gunakannya karena terlalu ketat, serta tidak syar’i karena memperlihatkan lekuk tubuh
meskipun gamis yang di jahitkan di AGS adalah pakaian syar’i yang tidak ketat dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh, bukan berarti AGS tidak memerlukan ukuran gamis yang tepat dan akurat, ukuran ini diperlukan agar gamis yang dibuat AGS  nyaman untuk dipakai dan dikenakan. Terutama pada bagian-bagian keruang lengan, lingkar badan, bahu, serta pinggul.
Beberapa Cara Untuk Mengukur Gamis :
1. Datang langsung ke WrokShop AGS
2. Mengkrim baju yang nyaman dan enak dipakai (jangan mengukur gamis bahan kaos karena molor)
3. Kirim data ukuran sesuai dengan Cara Ukur Gamis di AGS
4. Jika ragu atau tidak dapat menyediakan data ukuran gamis, maka anda bisa memilih standar ukuran pakaian di AGS. pilih standar ukuran (S,M,L,XL) yang mendekati ukuran tubuh, tinggi badan dan berat badan anda
line
TIPS DAN TRIK
  • jika melakukan pengukuran sendiri mintalah bantuan kepada orang yang sudah mengerti cara mengukur gamis, AGS siap membantu anda
  • Gunakan meteran baju  biasa digunakan penjahit, ukur dalam satuan centimeter.
  • Apabila anda  mengukur tubuh, posisi badan harus berdiri tegak dan rileks, tidak tegang, tidak boleh condong
  • Untuk ukuran tubuh, yang diambil adalah ukuran PAS badan. Jangan dilebihkan, penambahan ukuran akan dilakukan oleh AGS pada saat pembuatan pola baju.
  • Apabila ukuran yang diambil adalah Gamis, maka ukur  pas sesuai dengan ukuran gamis yang sebenarnya
  • ikuti langkah-langkah baik mengukur tubuh maupun mengukur gamis sesuai dengan gambar diatas
  • Hubungi kami jika anda ragu atau ingin bertanya seputar cara mengukur gamis
  • Petunjuk Ukur Gamis di atas adalah cara mengukur gamis standar yang digunakan untuk menjahit gamis syar’i
  • Untuk model gaun pengantin dan model rumit lainnya  diperlukan pengukuran tubuh  yang lebih detail. Oleh karena itu kami menyarankan untuk datang langsung ke workshop kami.

Praktek Membuat Pola dan Menjahit Setelan Jubah-Jilbab Anak Balita

METROPOLITAN.ID - Cara Mengukur
Sebelum membuat pola jubah/gamis akhwat terlebih dahulu kita melakukan pengukuran. Sebelum mengukur ikatkan seutas tali yang lemas di sekeliling pinggang. Lingkaran tali di sekeliling pinggang tersebut akan menjadi patokan yang dapat membantu proses pengukuran bagian tertentu, misalnya lingkar pinggang, permulaan panjang rok, dan sebagainya.
Ukuran yang diperlukan :
  1. Lingkar badan : diukur pada bagian badan belakang, melalui ketiak hingga melingkari payudara, diambil angka pertemuan meteran dalam keadaan pas. Tambahkan 4 cm pada hasil ukurannya.
  2. Lingkar leher : diukur keliling leher, diambil angka pertemuan meteran pada lekuk leher depan bagian bawah.
  3. Lingkar pinggang : diukur pada bagian pinggang , diambil angka pertemuan meteran dalam keadaan pas. Tambahkan 4 cm pada hasil ukurannya.
  4. Lingkar pinggul : diukur bagian pinggul yang terbesar, dari ukuran pas ditambah kurang lebih 4 cm
  5. Lebar bahu : diukur dari batas leher sampai bagian bahu yang terendah (pangkal lengan)
  6. Panjang dada : diukur dari titik C ke bawah sampai dengan batas pinggang
  7. Lebar dada : dibawah lekuk leher turun 5 cm, diukur mendatar dari kerung lengan sebelah kiri sampai kerung lengan sebelah kanan
  8. Panjang punggung : diukur pada bagian punggung, dari ruas tulang leher yang menonjol di pangkal leher, turun ke bawah sampai batas pinggang bagian belakang
  9. Lebar punggung :dari ruas tulang leher turun kurang lebih 8 cm, diukur dari kerung lengan sebelah kiri sampai kerung lengan sebelah kanan
  10. Panjang sisi : diukur dari lengan ke bawah sampai dengan batas pinggang
  11. Panjang jubah : diukur dari leher ke bawah sampai kaki
  12. Tinggi pinggul : diukur dari pinggul yang terbesar ke atas sampai pinggang
  13. Lingkar kerung lengan : diukur pada keliling kerung lengan dalam keadaan pas, tambahkan 4 cm pada hasil ukurannya
  14. Panjang lengan : diukur dari ujung bahu/ pangkal lengan ke bawah, sampai kurang lebih 2 cm di bawah ruas pergelangan tangan atau sepanjang yang diinginkan.
  15. Lingkar pergelangan : diukur pada keliliing ujung lengan ditambah 4 cm pada pengukurannya
  16. Lingkar siku : diukur pada keliling siku ditambah 10 cm pada pengukurannya
  17. Panjang siku : diukur dari ujung bahu/ pangkal lengan ke bawah sampai siku
Daftar ukuran standart
Untuk membuat jubah yang sesuai dengan ukuran badan masing-masing memang diperlukan pengukuran sendiri seperti cara di atas. Namun jika ukhti tidak bisa melakukan pengukuran sendiri, maka ukhti bisa menggunakan ukuran standar di bawah ini :
Tabel-Ukuran
Tabel Ukuran Standart
Diantara syarat pakaian muslimah yang syar’i adalah tidak dimaksudkan sebagai perhiasan, maka hal-hal dalam memilih kain yang harus diperhatikan dalam membuat jubah syar’i adalah :
  1. Memanjangkan jubah sampai menutup kaki karena kaki wanita muslimah adalah aurat (para ulama khilaf tentang darimana memanjangkan pakaian wanita sejengkal ataupun sehasta, ada yang berpendapat dipanjangkan dari pertengahan betis, ada juga yang berpendapat dari mata kaki dan ada juga dari telapak kaki. Wallohu A’lam)
  2. Memilih kain yang polos atau tidak bermotif
  3. Memilih kain yang tidak menerawang / transparan
  4. Memilih warna yang tidak mencolok
  5. Jubah tidak diberi hiasan-hiasan seperti bordir, renda, dll
Pola dasar Jubah akhwat
Berikut ini adalah teori membuat pola dasar jubah akhwat. Pola terdiri dari pola jubah bagian depan, pola jubah bagian belakang dan pola lengan.
Ukuran yang ana pakai adalah ukuran standar M.
Adapun ukurannya adalah sebagai berikut :
  1. Lingkar badan : 90
  2. Lingkar leher : 36
  3. Lingkar pinggang : 72
  4. Lingkar pinggul : 96
  5. Lebar bahu : 12,5
  6. Panjang dada : 33
  7. Lebar dada : 33
  8. Panjang punggung : 37
  9. Lebar punggung : 35
  10. Panjang sisi : 17
  11. Panjang jubah : 130
  12. Tinggi pinggul : 18
  13. Lingkar kerung lengan = 44
  14. Panjang lengan = 55
  15. Panjang siku 30
  16. Lingkar siku = 30
  17. Lingkar pergelangan = 20
Pola depan :
pola jubah-depan
Pola Depan
A-B : 1/6 lingkar leher + ½ cm
A-C : 1/6 lingkar leher +2 cm
Hubungkan titik B-C dengan garis putus-putus menjadi kerung leher awal
B-D : lebar bahu
D-E : 3 1/2 cm
B-E = BD
C-F = panjang dada
F-G = panjang sisi
C-H = ½ C-G
H-I = ½ lebar dada
G-J = ¼ lingkar badan + 1 cm
Hubungkan titik E – I –J dengan garis putus-putus menjadi kerung lengan badan depan awal
F–K = ¼ lingkar pinggang + 4
F-F’ = turun 1 ½ cm
F’-L = tinggi pinggul
A-N = panjang jubah
L–M = ¼ lingkar pinggul + 1 cm
N-O = L-M
O-P = 3 cm
Titik P naik 1 ½ cm
P-P’ = 12 cm
B-B’ = 2
C-Q = 3
Q-Q’ = 2
Hubungkan titik B’-Q’ menjadi kerung leher jubah
E-E’ naik 1 cm
B’-E’ = lebar bahu
J-J’ = 3
Hubungkan E’J’ sebagai kerung lengan badan depan jubah
Tarik garis lurus J’-P’
Pola belakang
pola jubah-belakang
Pola Belakang
A-B= 1/6 lingkar leher + ½ cm
A-C = turun 2 cm
Hubungkan B-C sebagai kerung leher
B-D= lebar bahu
D-E= turun 3 ½ cm
B-E= B-D
C-F= panjang punggung
F-G = panjang sisi
C-H = ½ C-G
H-I = ½ lebar punggung
G-J = ¼ lingkar badan -1 cm
F-K = 1/4 Lingkar pinggang +2
Hubungkan E-I-J sebagai kerung lengan
A-N = panjang jubah – 1 cm sampai 1 ½ cm
F-F’ = turun 1 ½ cm
F’-L = tinggi pinggul
L-M = ¼ lingkar pinggul – 1 cm
N-O = L-M
O-P = 3 cm
P naik 1 ½ cm
B-B’ = 2 cm
C-C’ = 2 cm
Hubungkan titik B’-C’
E-E’ naik 1 cm
B’-E’ = panjang bahu
J-J’ = 3 cm
Hubungkan titik E’-J’
P-P’ = 8 cm
Hubungkan titik J’-P’
Pola lengan :
pola jubah-lengan
Pola Lengan
A-B = ¼ lingkar kerung lengan + 1 ½ sampai 2 ½
A-E= Panjang siku
A-F = panjang lengan
A-D = A-C = ½ lingkar kerung lengan
Kerung lengan atas
A-D dibagi 4 bagian yang sama
Titik N naik 1 ½ cm dan titik P turun 1 ½ cm
Garis yang menghubungkan titik A-N-O-P-D adalah kerung lengan depan
Kerung lengan belakang
A-C dibagi 3 bagian yang sama besar
L-M = naik 2 cm
R = turun ½ cm
Garis yang menghubungkan titik A-M-K-R-C adalah kerung lengan belakang
E-I = E-J = ½ lingkar siku
F-G = F-H = ½ lingkar pergelangan
Hubungkan titik C-I-G dan titik D-J-H
Demikian cara membuat pola dasar jubah akhwat. Adapun untuk membuat jubah dengan berbagai model maka ukhti bisa mengembangkan sendiri pola tersebut.
Untuk latihan, bisa buat pola yang sederhana seperti : jubah anak. Langkah-langkahnya ada di [link ini].
Selamat mencoba…
***
Maroji’ :
Buku Penuntun Membuat Pola Busana Tingkat Dasar, oleh Soekarno, penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
lbg4z2pfbuqfjq08kqz2
_______________

Tulisan terkait:

Cara Membuat Pola Praktis

METROPOLITAN.ID - Salam kenal..

Saya mau share cara praktis membuat pola untuk baju wanita.
Pola praktis ini sering saya pakai untuk semua baju yang saya jahit sendiri.
Nggak pake pusing cara bikinnya, ikuti langkah-langkah berikut ya :)

Ukuran yang kita perlukan adalah :
1. Lingkar badan = ukur keliling badan di bawah ketiak melewati puncak dada
2. Lingkar pinggang = ukur keliling pinggang
3. Lingkar pinggul = ukur keliling bagian pinggul paling besar
4. Lebar bahu = ukur dari ujung bahu kanan ke ujung bahu kiri
5. Panjang baju = ukur panjang baju dari ujung bahu dekat leher sampai bawah sesuai keinginan
6. Panjang lengan = ukur dari ujung bahu sampai batas lengan yg kita inginkan
7. Tinggi punggung = ukur dari tengkuk sampai pinggang
    Untuk tinggi punggung saya buat ukuran secara umum yaitu
    Untuk ukuran kecil 38 cm
    Untuk ukuran besar 40 cm


Tahap-tahap membuat pola dasar

1. Buat pola bentuk kotak dengan ukuran seperti tertulis
    Pola badan kita buat 1/4 pola, makanya saya tulis 1/4 lebar badan



2. Masukan ukuran ke dalam pola dibawah


3. Membuat pola belakang cukup kita jiplak dari pola depan, kemudian kita modifikasi sedikit


4. Hasil jadi pola


5. Membuat pola lengan




Contoh pola praktis dress panjang / gamis



Mudah bukan cara membuat pola??
Semoga teman-teman tidak pusing lagi kalau mau bikin baju sendiri :)

Happy sewing ;)

Dan berikut foto baju yang saya buat dengan memakai teknik pola di atas
Sleeveless Dress


Contoh Pola Baju Muslim untuk Menjahit

METROPOLITAN.ID - Pola baju muslim - Dalam menjahit pola merupakan hal yang sangat penting, karena pola inilah yang menjadi dasar untuk membuat sebuah baju. Untuk menjahit sebuah baju agar bisa menghasilkan model baju yang bagus kita terlebih dahulu harus membuat sebuah pola dengan cara menggambarnya pada kertas. Jika anda sedang menjahit baju muslim dan ingin mencari contoh pola baju muslim ? berikut ini kami kumpulkan beberapa contoh pola baju muslim untuk memudahkan anda dalam menjahit.

Contoh Pola Baju Muslim 
baju muslim terbaru
Model Baju Muslim Terbaru | image source : images.google.com

Trend baju muslim seperti tak ada matinya, setiap hari selalu ada produk-produk baju muslim yang dikeluarkan ke pasar. Model baju muslim memang sudah sangan banyak dan beragam namun tak ada salahnya anda untuk mencoba menjahit sendiri baju muslim yang anda inginkan, untuk memulai menjahit sebuah baju muslim tentunya anda membutuhkan pola baju muslim, beeberapa pola baju muslim dibawah ini dapat anda jadikan inspirasi untuk menjahit baju muslim impian anda.
pola baju muslim
Contoh Pola Baju Muslim
contoh pola baju muslim
Desain Pola Baju Muslim
foto pola baju muslim
Foto Pola Baju Muslim

Saat ini baju muslim merupakan salah satu model baju yang banyak diminati baik dari kalangan kaum muda maupun orang dewasa. Telah tersedia berbagai macam model baju muslim dari baju muslim modern , baju muslim couple , hingga baju muslim anak . dan model-model baju muslim lain yang banyak beredar dipasaran. Namun ada beberapa orang yang merasa tidak cocok dengan model-model baju muslim yang telah ada dan memilih untuk menjahit sendiri model baju muslim yang di inginkan.
gambar pola baju muslim
Gambar Pola Baju Muslim
pola baju muslim
Ide Pola Baju Muslim
pola baju gamis
Contoh Pola Baju Muslim
Jika anda baru pertama kali belajar menjahit sangat disaankan untuk mencoba berulang-ulang dalam membuat pola agar baju muslim yang dihasilkan bisa sesuai dengan keinginan anda. Selain ketekunan dan kreaktifitas, ketelitian juga sangat dibutuhkan dalam membuat pola baju muslim karena ada salah satu cm saja bisa berakibat fatal pada baju muslim yang anda jahit.
pola baju muslim terbaru
Pola Baju Muslim Terbaru
pola baju muslim anak
Contoh Pola Baju Muslim
pola baju muslim
Pola Baju Muslim
Kunci utama dalam membuat pola baju muslim adalah jangan menyerah, terus coba dan coba agar pola yang anda hasilkan bisa membantu anda dalam menjahit baju muslim. Jika anda mempunyai guru  les jahit bisa anda komunikasikan hasil pola anda sebelum anda memulai membuat pola pada bahan baju muslim. Demikianlah beberapa contoh pola baju muslim yang kami kumpulkan semoga dapat membantu anda dalam belajar menjahit.

Selasa, 17 Mei 2016

baju adat jawa tengah

METROPOLITAN.ID - Jenis busana dan kelengkapannya yang dipakai oleh kalangan wanita Jawa, khususnya di lingkungan budaya Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah adalah baju kebaya, kemben dan kain tapih pinjung dengan stagen. Baju kebaya dikenakan oleh kalangan wanita bangsawan maupun kalangan rakyat biasa baik sebagai busana sehari-hari maupun pakaian upacara. Pada busana upacara seperti yang dipakai oleh seorang garwo dalem misalnya, baju kebaya menggunakan peniti renteng dipadukan dengan kain sinjang atau jarik corak batik, bagian kepala rambutnya digelung (sanggul), dan dilengkapi dengan perhiasan yang dipakai seperti subang, cincin, kalung dan gelang serta kipas biasanya tidak ketinggalan.
 
Untuk busana sehari-hari umumnya wanita Jawa cukup memakai kemben yang dipadukan dengan stagen dan kain jarik. Kemben dipakai untuk menutupi payudara, ketiak dan punggung, sebab kain kemben ini cukup lebar dan panjang. Sedangkan stagen dililitkan pada bagian perut untuk mengikat tapihan pinjung agar kuat dan tidak mudah lepas.
 
Dewasa ini, baju kebaya pada umumnya hanya dipakai pada hari-hari tertentu saja, seperti pada upacara adat misalnya. Baju kebaya di sini adalah berupa blus berlengan panjang yang dipakai di luar kain panjang bercorak atau sarung yang menutupi bagian bawah dari badan (dari mata kaki sampai pinggang). Panjangnya kebaya bervariasi, mulai dari yang berukuran di sekitar pinggul atas sampai dengan ukuran yang di atas lutut. Oleh karena itu, wanita Jawa mengenal dua macam kebaya, yaitu kebaya pendek yang berukuran sampai pinggul dan kebaya panjang yang berukuran sampai ke lutut.
 
Kebaya pendek dapat dibuat dari berbagai jenis bahan katun, baik yang polos dengan salah satu warna seperti merah, putih, kuning, hijau, biru dan sebagainya maupun bahan katun yang berbunga atau bersulam. Saat ini, kebaya pendek dapat dibuat dari bahan sutera, kain sunduri (brocade), nilon, lurik atau bahan-bahan sintetis. Sedangkan, kebaya panjang lebih banyak menggunakan bahan beludru, brokat, sutera yang berbunga maupun nilon yang bersulam. Kalangan wanita di Jawa, biasanya baju kebaya mereka diberi tambahan bahan berbentuk persegi panjang di .bagian depan yang berfungsi sebagai penyambung.
 
Baju kebaya dipakai dengan kain sinjang jarik/ tapih dimana pada bagian depan sebelah kiri dibuat wiron (lipatan) yang dililitkan dari kiri ke kanan. Untuk menutupi stagen digunakan selendang pelangi dari tenun ikat celup yang berwarna cerah. Selendang yang dipakai tersebut sebaiknya terbuat dari batik, kain lurik yang serasi atau kain ikat celup. Selain kain lurik, dapat juga memakai kain gabardine yang bercorak kotak-kotak halus dengan kombinasi warna sebagai berikut: hijau tua dengan hitam, ungu dengan hitam, biru sedang dengan hitam, kuning tua dengan hitam dan merah bata dengan hitam. Kelengkapan perhiasannya dapat dipakai yang sederhana berupa subang kecil dengan kalung dan liontin yang serasi, cincin, gelang dan sepasang tusuk konde pada sanggul.
 
Baju kebaya panjang biasanya menggunakan bahan beludru, brokat, sutera maupun nilon yang bersulam. Dewasa ini, baju kebaya panjang merupakan pakaian untuk upacara perkawinan. Dan umumnya digunakan juga oleh mempelai wanita Sunda, Bali dan Madura. Panjang baju kebaya ini sampai ke lutut, dapat pula memakai tambahan bahan di bagian muka akan tetapi tidak berlengkung leher (krah). Pada umumnya kebaya panjang terbuat dari kain beludru hitam atau merah tua, yang dihiasi pita emas di tepi pinggiran baju. Kain jarik batik yang berlipat (wiron) tetap diperlukan untuk pakaian ini, tetapi biasanya tanpa memakai selendang. Sanggulnya dihiasi dengan untaian bunga melati dan tusuk konde dari emas. Sedangkan, perhiasan yang dipakai juga sederhana, yaitu sebuah sisir berbentuk hampir setengah lingkaran yang dipakai di sebelah depan pusat kepala. Baju kebaya panjang yang dipakai sebagai busana upacara biasa, maka tata rias rambutnya tanpa untaian bunga melati dan tusuk konde.
 
Mengenai teknik dan cara membuat baju kebaya sangat sederhana. Potongan dan model kebaya Jawa, yang juga dipakai di Sumatera Selatan, daerah pantai Kalimantan, Kepulauan Sumbawa, dan Timor sebenarnya serupa dengan blus. Baju ini terdiri dari dua helai potongan, yaitu sehelai bagian depan dan sehelai lagi potongan bagian belakang, serta dua buah lengan baju. Modelnya dapat ditambah dengan sepotong bahan berbentuk persegi panjang yang dipakai sebagai penyambung antara kedua potongan bagian muka.
 
Pada bagian badan kebaya dipotong sedemikian rupa sehingga tidak memerlukan krup. Ini dimaksudkan agar benar-benar membentuk badan pada bagian pinggang dan payudara dan sedikit melebar pada bagian pinggul. Sedangkan, lipatan bawah bagian belakang dan samping harus sama lebarnya dan menuju ke bagian depan dengan agak meruncing. Lengkung leher baju menjadi satu dengan bagian depan kebaya. Lengkung ini harus cukup lebar sehingga dapat dilipat ke dalam untuk vuring kemudian dilipat lagi keluar untuk membentuk lengkung leher. Semua potongan tersebut dapatdikerjakan dengan mesin jahit ataupun dijahit dengan tangan.
Sedangkan busana di kalangan pria, khususnya kerabat keraton adalah memakai memakai baju
beskap kembang-kembang atau motif bunga lainnya, pada kepala memakai destar (blankon), kain samping jarik, stagen untuk mengikat kain samping, keris dan alas kaki (cemila). Busana ini dinamakan Jawi Jangkep, yaitu busana pria Jawa secara lengkap dengan keris.
 
Meskipun seni busana berkembang baik di lingkungan keraton, tidak berarti busana di lingkungan rakyat biasa tidak ada yang khas. Busana adat tradisional rakyat biasa banyak digunakan oleh petani di desa. Busana yang dipakai adalah celana kolor warna hitam, baju lengan panjang, ikat pinggang besar, ikat kepala dan kalau sore pakai sarung. Namun pada saat upacara perkawinan, bagi orang tua mempelai biasanya mereka memakai kain jarik dan sabuk sindur. Bajunya beskap atau sikepan dan pada bagian kepala memakai destar.
Busana Basahan
Salah satu jenis busana adat yang terindah dan terlengkap di Indonesia terdapat di keraton Surakarta, Jawa Tengah. Sebab, tiap-tiap jenis busana tersebut menunjukkan tahapan-tahapan tertentu dan siapa si pemakaiannya. Dalam adat busana perkawinan misalnya, seorang wanita dan pria kalangan keraton mengenakan beberapa jenis busana, yang disesuaikan dengan tahapan upacara, yaitu midodareni, ijab, panggih dan sesudah upacara panggih. Pada upacara midodareni, pengantin wanita memakai busana kejawen dengan warna sawitan. Busana sawitan terdiri dari kebaya lengan panjang, stagen dan kain jarik dengan corak batik. Sedangkan pengantin prianya memakai busana cara Jawi Jangkep, yang terdiri dari baju atela, udeng, sikepan, sabuk timang, kain jarik, keris dan selop.
 
Saat upacara ijab, busana yang dipakai pengantin wanita adalah baju kebaya dan kain jarik, sedangkan pengantin pria memakai busana basahan. Busana basahan pengantin pria disini terdiri dari kuluk matak petak, dodot bangun tulak, stagen, sabuk lengkap dengan timang dan cinde, celana panjang warna putih, keris warangka ladrang dan selop.
Begitu pula pada upacara panggih kedua mempelai memakai jenis busana yang sudah ditetapkan. Pengantin wanita memakai busana adat bersama, basahan. Busana basahan adalah tidak memakai baju, melainkan terdiri dari semekan atau kemben, dodot bangun tulak atau kampuh, sampur atau selendang sekar cinde abrit dan kain jarik cinde sekar merah. Semekan atau kemben terbuat dari kain batik dengan corak alas-alasan warna dasar hijau atau biru dengan hiasan kuning emas atau putih. Kemben disini berfungsi sebagai pengganti baju dan pelengkap untuk menutupi payudara. Kain dodot yang menggunakan corak batik alas-alasan panjangnya kira-kira 4-5 meter, dan merupakan baju pokok dalam busana basahan. Selendang cinde sekar abrit terbuat dari kain warna dasar merah dengan corak bunga hitam dan kain jarik cinde sekar abrit terbuat dari kain gloyar, warna dasar merah yang dihiasi bunga berwarna hitam dan putih. Cara mengenakan kain ini seperti kain jarik tetapi tidak ada lipatan (wiron). Sama halnya dengan pengantin wanita, pengatin pria pun memakai busana adat basahan, berupa dodot bangun tulak, terdiri dari kuluk matak biru muda, stagen, sabuk timang, epek, dodot bangun tulak, celana cinde sekar abrit, keris warangka ladrang, kolong karis, selop dan perhiasan kalung ulur.
rangga10sinatra_jogya_paes.jpg